Informasi ringkas dokumen repository.
| Advisor(s) | Ns. Fahrizal Alwi, S.Kep., M.Kep.,Ph.D | |
| Author(s) | HARAHAP, MAWARNI | |
| Issued Date | 2026 | |
| Abstract | World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa setiap tahun, jutaan Nakes di seluruh dunia mengalami pajanan infeksi melalui LTJ. Risiko infeksi yang ditularkan melalui pekerjaan dilaporkan sangat signifikan, di mana Nakes memiliki fraksi yang dapat diatribusikan hingga 37% untuk infeksi HBV dan 39% untuk HCV akibat pajanan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinasi yang mempengaruhi kejadian luka tusuk jarum pada tenaga kesehatan di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe. Penelitian bersifat analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan selama 2 minggu. Dalam penelitian ini menggunakan sampel yang ada di Puskesmas Banda Sakti Kota Lhokseumawe sebanyak 47 orang dengan rincian tenaga kesehatan yang ada di IGD yaitu sebanyak 20 orang, imunisasi 8 orang, poli jiwa sebanyak 6 orang, poli gigi 8 orang, laboratorium sebanyak 5 orang dengan cara menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan multiple logistic regression. Hasil penunjukkan tidak terdapat pengaruh umur(ρ-value = 0,731), tingkat pendidikan ρ-value =1,000), masa kerja(ρ-value = 0,456), terdapat pengaruh tingkatkeamanan menyuntik (ρ-value = 0,018), terdapat pengaruh pengetahuan (ρ- value = 0,000), terdapat pengaruh pelaksanaan standar operasional prosedur (ρ-value = 0,001). Hasil analisis multivariat menunjukkan faktor yang paling mempengaruhi secara signifikan terjadinya luka tusuk jarum adalah faktor pengetahuan dengan nilai ρ-value sebesar 0,001 dengan menggunakan mulitple logistic regression. Diharapkan bagi puskesmas, rumah sakit dan klinik melakukan pelatihan berkala (re- training) mengenai teknik penyuntikan aman dan penggunaan safety-engineered devices. Mengingat pengetahuan adalah faktor utama, edukasi tidak boleh berhenti pada tahap orientasi pegawai baru saja. Membentuk atau mengoptimalkan Tim K3RS/Fasyankes untukmelakukan audit rutin terhadap kepatuhan SOP di lapangan, terutama untuk mencegah praktik berisiko tinggi seperti recapping (menutup kembali jarum) secara manual. Menjamin ketersediaan wadah limbah tajam (sharp container) yang sesuai standar di setiap area tindakan medis untuk memudahkan pembuangan jarum segera setelah digunakan. Kata Kunci : Kejadian Luka Tusuk Jarum Pada Tenaga Kesehatan | id |
| Item Type | tesis | |
| Keywords | Kata Kunci : Kejadian Luka Tusuk Jarum Pada Tenaga Kesehatan | id |
| Collection | Fakultas Kesmas, S2-Ilmu Kesehatan Masyarakat | |
| Publisher | INSTITUT KESEHATAN DELI HUSADA | |
| Submitted Date | 24-09-2026 | |
| Updated Date | 24-09-2026 | |
| URI | No URI | |
| File |
2415037_MAWARNIHARAHAP_Tesis_S2.pdf
Login untuk Preview
|
|